Sabtu, 18 Maret 2006
Aku tak tau dimana keberedaanku saat ini, yang kuingat aku sedang berlari dari ancaman seseorang yang berusaha ingin membunuhku, dan tiba-tiba aku terperosok ke dalam jurang yang sangat dalam. Ku perhatikan sekitar, berusaha untuk mencari jalan keluar tetapi disini sangat gelap, aku mencoba merogoh kantung celana ku, ternyata handphone ku masih utuh, ooh syukurlah...
aku ingin segera menelepon polisi atau siapapun yang bisa membantuku keluar dari sini, namun ternyata handphone ku tak menangkap sinyal, aku mencoba untuk tidak panik dan bersandar diantara bebatuan, dengan sedikit cahaya dari handphone ku, aku mencoba untuk memperhatikan sekitar sini, oke.. aku tau ini adalah jurang yang sangat dalam, tak ada apapun disini kecuali bebatuan dan pasir, tapi tunggu, apa itu ? Aku melihat sesuatu seperti kain yang berada diatas batu besar yang jaraknya 5 meter di depan ku, aku mencoba untuk berdiri tapi tiba-tiba kaki ku terkilir dan itu rasanya sakit sekali, ketika kulihat kaki ku banyak mengeluarkan darah di bagian lutut dan betis, tapi beruntunglah aku masih hidup, tak lama setelah itu kudengar ada suara langkah kaki yang mendekat kearah ku, sepertinya suara itu berasal dari atas, tempat ku terjatuh, suara langkah kaki yang ku kenal, ya, aku sangat mengenalinya.
aku ingin segera menelepon polisi atau siapapun yang bisa membantuku keluar dari sini, namun ternyata handphone ku tak menangkap sinyal, aku mencoba untuk tidak panik dan bersandar diantara bebatuan, dengan sedikit cahaya dari handphone ku, aku mencoba untuk memperhatikan sekitar sini, oke.. aku tau ini adalah jurang yang sangat dalam, tak ada apapun disini kecuali bebatuan dan pasir, tapi tunggu, apa itu ? Aku melihat sesuatu seperti kain yang berada diatas batu besar yang jaraknya 5 meter di depan ku, aku mencoba untuk berdiri tapi tiba-tiba kaki ku terkilir dan itu rasanya sakit sekali, ketika kulihat kaki ku banyak mengeluarkan darah di bagian lutut dan betis, tapi beruntunglah aku masih hidup, tak lama setelah itu kudengar ada suara langkah kaki yang mendekat kearah ku, sepertinya suara itu berasal dari atas, tempat ku terjatuh, suara langkah kaki yang ku kenal, ya, aku sangat mengenalinya.
Suara sepatu kayu itu...
Suara gemerincing itu...
Dia adalah..
Orang yang tadi mengejarku..
Aku terdiam dan berusaha untuk menenangkan diri, kalau dia tau aku disini, dia pasti akan membunuhku, lebih baik aku bersembunyi dibalik bebatuan, tanpa pikir panjang langsung saja aku merangkak dan tak menghiraukan rasa sakit yang ku derita..
Dia mengeluarkan senternya dan melihat di sekitar sini, untung saja aku segera berinisiatif sembunyi, perhatiannya terhenti ketika dia melihat sebuah kain yang ada di atas batu besar tadi, lalu setelah itu dia mematikan senternya dan pergi.
Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega, syukurlah aku tidak jadi mati sekarang, Aku tak tau lagi apa yang harus kulakukan selanjutnya, terperosok di tempat yang gelap dan dingin tentunya bukanlah suatu hal yang sudah kurencanakan sebelumnya. bagaimana ini ? apa aku akan mati kedinginan disini ? Tidak, aku tidak boleh mati konyol disini ! aku harus bergerak, arrrgggh, lagi-lagi aku tak bisa menahan rasa nyeri di kaki ku, aku berbaring saja menunggu matahari terbit, toh ini sudah jam 3 pagi, mungkin dengan aku tidur sebentar semuanya akan terasa lebih cepat sampai langit terang, lalu teriak minta tolong, mudah-mudahan ada yang mendengarkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar