PART TIME
Oleh : Sid Corey
EPISODE 2 :
Ranti
"Aku sudah menunggumu"
Lalu aku berteriak dan terjatuh ke belakang.. Akupun mencoba untuk melarikan diri, Tapi tiba-tiba pintu toilet tertutup. "Tidaaaakkk,,!!!" aku berteriak sejadinya dan menggedor-gedor pintu dari dalam, "Tolooong-tolooong, ada hantu disini!!!"
Lalu kamar kecil yang dipojok tadi terbuka dan mengeluarkan tangan..
Aku makin menjerit dan menangis karena ketakutan..
Dan akhirnya aku lemas tak sadarkan diri..
"Hei, bagaimana ini? Dia pingsan"
"Aaah biarkan saja, kali ini kita sukses menakutinya,, dasar anak lemah"
"Lihat itu.. Dia sampai mengompol karena ketakutan, hahaha memalukan sekali".
"Kau merekamnya kan?"
"Aku merekam semuanya"
"Baiklah, tunggu sampai teman-teman melihat ini"
"Aku tak sabar menunggu esok"
"Hei, ayo cepat.. Satpam itu akan segera datang!"
Setelah berjam-jam pingsan, akhirnya aku terbangun..
"Ahh, kau sudah sadar, nak?"
"Dimana aku?, apa yang terjadi?" tanya aku
"Kau sekarang di klinik, tadi ada satpam yang membawamu kesini, katanya kau pingsan di toilet mall".
Hah,! Aku baru ingat, Aku melihat hantu! Lalu aku menengok jam ternyata sudah jam 4 dini hari! Aku pingsan selama 5 jam lebih!
"Dok, bolehkah aku pulang?"
"Tunggu sampai pagi, nak.. Diluar masih sepi dan dingin, aku khawatir kau kenapa-kenapa, istirahatlah dulu"
Lalu aku kembali berbaring dan mencoba mengingat kejadian semalam.. Tapi aku tak berani, aku terlalu takut untuk mengingatnya.. Aku melihat dokter masih sibuk menulis, aku heran apa sih yang ditulisnya itu?
"Dok, berapa biayanya?"
"Tak perlu tanya biaya, semuanya sudah ditanggung oleh satpam yang membawamu kesini"
"Maksudmu Pak Wawan?"
Dokter hanya mengangguk,
"Dokter itu sibuk sekali sih, huh" gumamku dalam hati..
"Jadi berapa biaya semuanya? Aku hanya ingin tau"
Dokter menghampiriku dengan membawa secarik kertas
"Ini kwitansi nya,"
Didalam kwitansi itu hanya ada tulisan "GRATIS".
"Hah? Kok gratis?"
"Kamu hanya berbaring disini, aku tak memberikanmu obat apa-apa, lagipula tak ada yang perlu kuminta darimu, aku hanya ingin menolong".
Aku melihat senyum dokter itu, ternyata dia orang baik.. Kukira dia orang yang dingin, itu terlihat ekspresi wajahnya yang datar, tapi setelah kulihat senyumnya.. Dia terlihat seperti orang yang ramah.
Ternyata masih ada dokter yang baik seperti ini...
Aku terlelap kembali sampai matahari terbit..
Kamis, Pkl. 06:30
"Hei, nak.. Kau tak pulang? Apa kau masih betah disini? Hehe" Dokter itu membangunkanku..
"Ahhh tidakk,, sudah jam 06:30! Aku bisa terlambat sekolah!"
Dokter memberikanku sebuah amplop, "Tak perlu khawatir, ini kau berikan pada wali kelasmu"
"Ini surat dokter?"
"Iya, jadi kau tak perlu masuk hari ini, bermainlah dirumah, hahaha"
Gilaa, dokter ini kereeeen.. Dia mengerti apa yang kumau,, jadi aku tak perlu ke sekolah hari ini, aku akan bermain dengan Savana seharian.. Yeaaay...
"Dok, ini tak perlu biaya kan? Hehe"
"Tak perlu, gunakanlah waktumu sebaik-baiknya"
Baiklah aku tak akan menyia-nyiakan hari ini!!
Sontak kaget ketika aku mengingat sesuatu yang penting.. Iya, kakekku, dia sendirian semalaman dirumah, apakah dia sudah minum obat? Aku tak pernah meninggalkannya sampai lama begini,.
Lalu aku bergegas dan berlari menemuinya dirumah..
Ketika aku sampai dirumah aku tak mendapatinya dikamar, "Kakek dimana?" aku berteriak memanggilnya..
"Ohh kau sudah pulang? Kakek ada dihalaman belakang".
Hah?! Suara itu?? Jangan-jangan??
Aku berlari ke halaman belakang dan ternyata benar dugaanku, ohh syukurlah ada yang menemani beliau disini..
"Maaf, semalam aku tak sempat pulang, aku lembur sampai pagi" ahh apasih, pagi-pagi aku sudah berbohong.
"Tak apa-apa, kau sudah makan? Aku membawa kentang balado dan opor ayam, kutaruh diatas meja makan".
"Kau repot sekali, Ran.. Aku jadi tak enak hati'.
"Sudahlah, aku senang bisa membantumu, oh ya.. Kau tak sekolah?
"Tidak, hari ini ada pertemuan guru, jadinya sekolah diliburkan".. Lagi-lagi berbohong, huh
"Ya sudah kau makan saja dulu, biar kakek disini aku yang menemani".
Aku ke meja makan dan melihat apa yang dibawa oleh Ranti, waahhh enak sekali.. Opornya masih hangat.. Hmmmmm, tak hanya cantik, kau juga sangat baik terhadapku, Ran..
Namanya Ranti, dia tetanggaku, rumahnya berhadapan dengan rumahku, umurnya lebih tua dan sudah lulus SMA, sekarang dia kuliah ambil jurusan kimia di ...(aku lupa nama kampusnya) di jakarta.
Dia tak pernah mau kupanggil kakak, katanya itu menjadikannya terdengar tua (wanita memang ada-ada saja). Tapi aku bahagia memiliki banyak orang yang peduli terhadapku, tidak hanya ditempat kerja, di lingkungan rumah pun begitu.. Hanya saja tidak di sekolah, mereka terus menggangguku setiap hari, kadang memukuliku, kadang mengunciku di toilet sekolah, dan terkadang mencuri buku-buku catatanku, maka dari itu aku benci sekolah. Sebenarnya aku tak ingin sekolah, aku ingin bekerja saja agar dapat uang dan mengumpulkannya sampai aku kaya, tapi ketika aku berpikir lagi, aku buang jauh-jauh niat itu, aku ingin seperti Ranti yang bisa sekolah tinggi walupun dia juga sambil bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran, keadaannya sama denganku, tak memiliki orang tua sejak kecil..
Aku bisa melihat senyum bahagianya yang menutupi kesedihannya itu..
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar